Dimana salahnya?

ALLAH dulu, ALLAH lagi, ALLAH terus..
Begitu kata Ust. Yusuf Mansur..

Trus dimana salahnya jika kita sudah melakukan itu semua, kemudian yang terjadi justru tidak sesuai dengan kehendak kita?

Hmm.. Itu berarti..
Yang kita kehendaki bisa jadi tidak baik untuk kita..
Kemudian ALLAH 'bermaksud' menaikkan kita ke satu tingkat 'maqom' yang lebih tinggi untuk ikhlas menerima.

Thats it!

Trus bagaimana jika kita tetep bersikeukeuh pada keinginan kita?
Meskipun,
Meskipun tidak ada 'tanda2 dukungan' kearah itu?

Maka, menurutku, HUKUM yang terjadi akan berbeda.
Jikapun kita dapat, itu adalah karena sunatuLlaah.
"Man Jadda wa Jada"..

Sedangkan ALLAH?
ALLAH akan me_ridhoi apapun.. Bahkan jika peluang berbuat dosa ada pun,
ALLAH tetap 'ridho' saja..
Bukankan hanya ada satu yang pasti?

Bahwa apapun yang kita lakukan akan dimaintai pertanggungjawabannya.
(QS. Al Zalzalah: 1-8)

***

Komentar

Postingan Populer