
Umar Ibnul Khaththab, mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "sering-seringlah kalian ingat akan sesuatu yang dapat melenyapkan kenikmatan-kenikmatan ini". Ya Rasulullah, apa itu sesuatu yang melenyapkan kenikmatan-kenikmatan itu?" Beliau menjawab, "Kematian".
"Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba muncul seorang sahabat Anshar. Setelah mengucap salam kepada beliau, ia bertanya,"Rasulullah, siapakah orang mukmin yang terbaik itu?" Beliau menjawab, "yang paling baik akhlaknya". Ia bertanya,"Siapakah orang yang paling pintar?" Beliau menjawab, "Yang paling sering ingat kematian dan yang punya persiapan terbaik untuk menyambut kematian apa yang terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yang paling pintar"(ath-Thabrani dan Ibnu Majah)
Kehidupan tidak lepas dari suka dan duka, atau nikmat dan penderitaan. Ketika berduka dan menderita, mengingat, kematian membantu mempermudah menghadpinya, karena apa yang dialami itu tidak akan abadi. Ketika sedang dalam keadaan suka mengenyam nikmat, mengingat kematian membuat tidak tertipu oleh kenikmatan-kenikmatan yang tengah ia rasakan. Kematian tidak terikat umur tertentu, waktu tertentu. Al-Hasan Al-Basri rahimaullahu berkata,,"Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat kematian melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya."
"Sering-seringlah mengingat kematian, karena sesungguhnya hal itu bisa membersihkan dosa-dosa dan dapat membuat bersikap zuhud terhadap dunia". (HR.Tirmidzi)
Komentar
Posting Komentar