Hampir,

Entahlah..
Mungkin memang ini ujianku..
Setiap anak2 sakit. Tidak terdiagnosa..
Unidentified!

Kadang terasa hampir putus asa.
Sampai-sampai malas ibadah sunnah..

Seakan semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan ALLAH seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta ALLAH membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku.

Ya menolak. Terkadang hingga marah dan merajuk..


ALLAH..
Padahal tiap sholat ku katakan bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
Beribadah hanya padaMu..
Dan ketika langit dan bumi bersatu.. Bencana dan keberuntungan sama saja..






Komentar

Postingan Populer