Dear My Rabb..
18 Tahun aku arungi suatu kehidupan baru..
Bersama seseorang yang aku tidak mengenalnya sama sekali..
Hanya untuk mengikuti suatu pemahaman yang aku pahami saat itu.
Tunduk. Patuh. dan Taat.
Bagiku cuma satu hal.
Aku takut pada dosa. Aku takut Tuhan marah.
Aku takut Dia tak sayang lagi padaku.
Tanpa pilihan.
Tunduk. Patuh. Taat.
..
Sebuah perjalanan yang tidak mudah..
Penyatuan dua karakter yang berbeda dan..
Sangat sangat tidak sinergi.
Kembali pada satu pemahaman yang aku pahami saat itu.
Bahwa kita tetap harus bersama, apapun yang terjadi.
Bagiku cuma satu hal.
Melakukan yang terbaik sepenuh raga sedalam jiwa.
Tanpa pilihan.
Tunduk. Patuh. Taat.
Semampuku. Sepemahamanku. Sepenuh raga. Sedalam jiwa.
..
Hidup terlalu berwarna untuk disalahkan.
Taqdir terlalu indah untuk dirutuki.
Tidak ada yang mutlak benar.
Tidak ada pasti salah.
Hidup ini abu-abu..
Tidak bijak jika melemparkan kesalahan pada orang lain..
Semua punya alasan.
Semua punya sebab.
..
Bergulirnya waktu menciptakan banyak hal.
Manusia-manusia baru.
Karakter-karakter baru.
Pemahaman demi pemahanan.
Pengalaman demi pengalaman.
Semua berakhir dengan suatu bentukan.
Bentukan baru. Keinginan baru.
dan..
Kehidupan baru..
..
Dear My Rabb..
Mungkin aku salah dalam pemahamanku.
Mungkin aku bodoh dalam pertahananku.
Mungkin aku terlalu lemah,
Atau mungkin aku justru terlalu sombong..
Entahlah..
Atau mungkin,,
Engkau hanya berbuat sekehendakMu.
Tanpa persetujuanku.
..
Dear My Rabb..
Kini segalanya selesai.
Memang harus usai,, atau sudah tiba dipenghujungnya..
Segalanya bergulir begitu saja.
Entahlah..
Itupun rahasiaMu.
Tanpa butuh persetujuanku.
..

Bersama seseorang yang aku tidak mengenalnya sama sekali..
Hanya untuk mengikuti suatu pemahaman yang aku pahami saat itu.
Tunduk. Patuh. dan Taat.
Bagiku cuma satu hal.
Aku takut pada dosa. Aku takut Tuhan marah.
Aku takut Dia tak sayang lagi padaku.
Tanpa pilihan.
Tunduk. Patuh. Taat.
..
Sebuah perjalanan yang tidak mudah..
Penyatuan dua karakter yang berbeda dan..
Sangat sangat tidak sinergi.
Kembali pada satu pemahaman yang aku pahami saat itu.
Bahwa kita tetap harus bersama, apapun yang terjadi.
Bagiku cuma satu hal.
Melakukan yang terbaik sepenuh raga sedalam jiwa.
Tanpa pilihan.
Tunduk. Patuh. Taat.
Semampuku. Sepemahamanku. Sepenuh raga. Sedalam jiwa.
..
Hidup terlalu berwarna untuk disalahkan.
Taqdir terlalu indah untuk dirutuki.
Tidak ada yang mutlak benar.
Tidak ada pasti salah.
Hidup ini abu-abu..
Tidak bijak jika melemparkan kesalahan pada orang lain..
Semua punya alasan.
Semua punya sebab.
..
Bergulirnya waktu menciptakan banyak hal.
Manusia-manusia baru.
Karakter-karakter baru.
Pemahaman demi pemahanan.
Pengalaman demi pengalaman.
Semua berakhir dengan suatu bentukan.
Bentukan baru. Keinginan baru.
dan..
Kehidupan baru..
..
Dear My Rabb..
Mungkin aku salah dalam pemahamanku.
Mungkin aku bodoh dalam pertahananku.
Mungkin aku terlalu lemah,
Atau mungkin aku justru terlalu sombong..
Entahlah..
Atau mungkin,,
Engkau hanya berbuat sekehendakMu.
Tanpa persetujuanku.
..
Dear My Rabb..
Kini segalanya selesai.
Memang harus usai,, atau sudah tiba dipenghujungnya..
Segalanya bergulir begitu saja.
Entahlah..
Itupun rahasiaMu.
Tanpa butuh persetujuanku.
..
Komentar
Posting Komentar