aku hanya ingin menulis, tapi aku ingin engkau membacanya.. :)
Aku mencintai hidupku, dan segala yang tertaqdir bersamaku..
Mungkin terdengar lebay.. tapi ah! bodo amat!
Yang jelas, aku mencintai segala karunia yang ALLAH berikan kepadaku..
Berikut tahapan-tahapannya, prosesnya, dan segala yang bersinggungan dengan itu..
Dear Diary,
Kamu tahu? Pernikahanku, aku lalui dengan suka cita.
Walaupun tidak ada rumah tangga yang sempurna, tapi ALLAH hibur aku
dengan karunia yang sangat indah.
Anak2ku. Ya.. Anak2ku yang terlahir sempurna..
Bagiku, hal itu sudah lebih dari cukup.
Kenapa? Karena mungkin, aku menikah dengan satu tujuan.
Ingin punya anak! hehe.. Iya, ingin punya anak.
Karena aku mencintai anak2.. dan Allah percaya padaku.
Mungkin karena 'fokus-impian' ku hanya menginginan anak,
maka segala kesulitan yang datang, tidak begitu aku perdulikan selama anak2ku 'bahagia'..
Ya. Aku hanya ingin mereka bahagia.
Bahkan sampai aku 'mengharamkan' mereka menangis ketika kecil..
hihi.. lucu ya barangkali kalo melihat anak kecil yang tidak pernah menangis.
Tapi itu lah aku. Seperti itulah anak2ku. Mereka hampir tidak pernah menangis.
Dear Diary,
Kini.. Mereka beranjak remaja.
dan aku sangat mensyukuri ketika 'mampu' menyekolahkan mereka
ke tempat terbaik dari kemampuan dan rizki yang ALLAH berikan..
Buatku, ini menjadi titik balik kedua dalam hidupku.
Kamu tahu diary? Apakah momen titik balik kedua itu?
Masuknya daffa ke pesantren.
Hal itu membuat aku terpacu untuk lebih meningkatkan ibadah2ku.
Sebagai wujud rasa syukurku. dan.. emm.. keinginanku untuk meminta yang lebih pada Allah.
Entahlah.. aku merasa, banyak sekali doa2ku yang diijiabah tepat pada waktunya.
Semakin aku merasa bahwa ALLAH tidak melanggar janjiNya.
Semakin merasa aku dekat denganNya.
Semakin merasa ALLAH memanjakanku.. ;)
Ahh.. Bahagia rasanya...
Ya saat ini, aku merasa harus menata hidupku terutama ibadah2ku dengan lebih baik lagi.
Peningkatan kualitas dan kuantitas semata-mata sebagai wujud rasa syukur.
Hanya itu.
Karena.. kamu tahu diary?..
..
Karena.. terlalu banyak yang harus disyukuri dari karuniaNya kepadaku..
kepada kami,
kepada kita..
Mungkin terdengar lebay.. tapi ah! bodo amat!
Yang jelas, aku mencintai segala karunia yang ALLAH berikan kepadaku..
Berikut tahapan-tahapannya, prosesnya, dan segala yang bersinggungan dengan itu..
Dear Diary,
Kamu tahu? Pernikahanku, aku lalui dengan suka cita.
Walaupun tidak ada rumah tangga yang sempurna, tapi ALLAH hibur aku
dengan karunia yang sangat indah.
Anak2ku. Ya.. Anak2ku yang terlahir sempurna..
Bagiku, hal itu sudah lebih dari cukup.
Kenapa? Karena mungkin, aku menikah dengan satu tujuan.
Ingin punya anak! hehe.. Iya, ingin punya anak.
Karena aku mencintai anak2.. dan Allah percaya padaku.
Mungkin karena 'fokus-impian' ku hanya menginginan anak,
maka segala kesulitan yang datang, tidak begitu aku perdulikan selama anak2ku 'bahagia'..
Ya. Aku hanya ingin mereka bahagia.
Bahkan sampai aku 'mengharamkan' mereka menangis ketika kecil..
hihi.. lucu ya barangkali kalo melihat anak kecil yang tidak pernah menangis.
Tapi itu lah aku. Seperti itulah anak2ku. Mereka hampir tidak pernah menangis.
Dear Diary,
Kini.. Mereka beranjak remaja.
dan aku sangat mensyukuri ketika 'mampu' menyekolahkan mereka
ke tempat terbaik dari kemampuan dan rizki yang ALLAH berikan..
Buatku, ini menjadi titik balik kedua dalam hidupku.
Kamu tahu diary? Apakah momen titik balik kedua itu?
Masuknya daffa ke pesantren.
Hal itu membuat aku terpacu untuk lebih meningkatkan ibadah2ku.
Sebagai wujud rasa syukurku. dan.. emm.. keinginanku untuk meminta yang lebih pada Allah.
Entahlah.. aku merasa, banyak sekali doa2ku yang diijiabah tepat pada waktunya.
Semakin aku merasa bahwa ALLAH tidak melanggar janjiNya.
Semakin merasa aku dekat denganNya.
Semakin merasa ALLAH memanjakanku.. ;)
Ahh.. Bahagia rasanya...
Ya saat ini, aku merasa harus menata hidupku terutama ibadah2ku dengan lebih baik lagi.
Peningkatan kualitas dan kuantitas semata-mata sebagai wujud rasa syukur.
Hanya itu.
Karena.. kamu tahu diary?..
..
Karena.. terlalu banyak yang harus disyukuri dari karuniaNya kepadaku..
kepada kami,
kepada kita..
Komentar
Posting Komentar