poligami

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” [QS. An-Nisa’: 3].

Sebuah ayat yang mematikan bagi seorang wanita.
Termasuk saya.
Sebuah ayat yang seakan memberi jalan ke surga buat para lelaki mengumbar hawa nafsunya.
Sebuah ayat yang sampai detik ini "tidak jelas" dimengerti oleh banyak orang.

Nih, penjelasannya:
Turunnya ayat poligami adalah untuk mengangkat harkat dan martabat wanita saat itu.
Karena pada waktu itu wanita tidak ada harganya.
Dalam kitab Ibn al-Atsir, sikap beristeri lebih dari satu wanita yang dilakukan nabi adalah upaya transformasi sosial Mekanisme beristeri lebih dari satu wanita yang diterapkan Nabi adalah strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka. Wanita juga dijadikan warisan dan tidak berhak mendapatkan warisan. Maka turunlah ayat itu.

Itu yang di lupakan dan di abaikan oleh para pelaku.
Sekarang coba kita tanyakan pada siapapun yang ingin melakukannya. Apa alasan mereka?
Kalau karena ingin menolong, oke. Tapi jika alasannya selain menolong, maka perlu di kaji ulang. Hal apa yang tidak dapat dipenuhi sang istri sehingga "harus" mencari yang kedua dan seterusnya.. Apakah karena pergaulan dan akhlaq yang tidak terjaga? Atau apakah berawal dari rasa iseng belaka? Yang akhirnya terjebak dengan hawa nafsu dan kecenderungan?
Jika niat awalnya sudah "tidak jelas" maka bukan sakinah yang didapat .. melainkan huthamah! NaudzubiLlaah min dzaliik..

Semoga menjadi jelas sekarang. 
Kalo gak jelas juga ya berarti udah "bakat".
Bakat hidung belang! Ups! :D

 




Komentar

Postingan Populer