masing2 anak, beda,,!
(mungkin) aku bukan type ibu ideal yang menginginkan anak untuk menjadi yang nomor satu,
untuk menjadikan anak terbaik diantara teman2nya,,
dan membentuk anak menjadi pribadi yang perfect,, yang sempurna,
entah caraku benar atau salah,,
aku yang mengikuti 'alur' anakku,,
untuk rafa yang judesnya minta ampun dan gak boleh kesenggol, dan selalu emosi pada adik2nya,
aku sediakan waktu khusus untuknya berbagi,
bercerita,, cara belajarnya pun unik. harus bersama teman. apapun yang dilakukannya harus ada temannya..
dari pr. sekolah-warna baju, harus selalu kompak dengan temannya.. :-/
daffa lain lagi,,
dekat dengan shafa, dan sangat bertanggung jawab,,
tapi pelitnya minta ampun! ;) selalu berhitung dengan apa yang dimilikinya,
cara belajarnya pun beda, cukup dengan guru menjelaskan di sekolah dan gak pernah mengulangnya di rumah, tapi... nilainya lumayan... yang penting tidak memalukan.. ;P
satu lagi, shafa,,
anakku yang bungsu ini, sangaat sangat baik hati,
bisa berlama2 membaca buku, paling suka pijiti aku, dan kalo bikin peraturan dirumah, pasti orangtua di istimewakan,, tapi, kalo udah ngambek,, ggrrhh..! ampun! bisa ngamuk! ;D
dengan karakternya yang berbeda, maka akupun 'memasuki' mereka dari pintu yang berbeda pula,,
dan alhamduliLlah,, mereka masih ada dalam kendaliku,, ;)
walau memang tidak mudah untuk mengajarkan empati dan bersyukur,
namun sampai detik ini mereka masih bisa memahami,
jika ada saat2 tertentu aku gak punya duit sama sekali,, haha.. ;D
memang jika kita berprasangka baik atas apapun yang Allah 'jatah'kan buat kita,
kita bisa banyak mengambil ibroh di dalamnya.. :)
contoh kecilnya, yaa..itu tadi.
coba semisal aku selalu punya uang untuk memenuhi kebutuhan mereka,
bisa di pastikan mereka semakin tidak bisa merasakan 'tidak punya'..
terlebih lagi, dengan model ibu seperti aku,, hehe :P
yang tidak pernah bisa menolak untuk setiap permintaannya, untuk setiap keinginannya,, ;)
Allah,,
terima kasih,, aku sangat mensyukuri apa pun yang telah tertaqdir untukku,, ;)

untuk menjadikan anak terbaik diantara teman2nya,,
dan membentuk anak menjadi pribadi yang perfect,, yang sempurna,
entah caraku benar atau salah,,
aku yang mengikuti 'alur' anakku,,
untuk rafa yang judesnya minta ampun dan gak boleh kesenggol, dan selalu emosi pada adik2nya,
aku sediakan waktu khusus untuknya berbagi,
bercerita,, cara belajarnya pun unik. harus bersama teman. apapun yang dilakukannya harus ada temannya..
dari pr. sekolah-warna baju, harus selalu kompak dengan temannya.. :-/
daffa lain lagi,,
dekat dengan shafa, dan sangat bertanggung jawab,,
tapi pelitnya minta ampun! ;) selalu berhitung dengan apa yang dimilikinya,
cara belajarnya pun beda, cukup dengan guru menjelaskan di sekolah dan gak pernah mengulangnya di rumah, tapi... nilainya lumayan... yang penting tidak memalukan.. ;P
satu lagi, shafa,,
anakku yang bungsu ini, sangaat sangat baik hati,
bisa berlama2 membaca buku, paling suka pijiti aku, dan kalo bikin peraturan dirumah, pasti orangtua di istimewakan,, tapi, kalo udah ngambek,, ggrrhh..! ampun! bisa ngamuk! ;D
dengan karakternya yang berbeda, maka akupun 'memasuki' mereka dari pintu yang berbeda pula,,
dan alhamduliLlah,, mereka masih ada dalam kendaliku,, ;)
walau memang tidak mudah untuk mengajarkan empati dan bersyukur,
namun sampai detik ini mereka masih bisa memahami,
jika ada saat2 tertentu aku gak punya duit sama sekali,, haha.. ;D
memang jika kita berprasangka baik atas apapun yang Allah 'jatah'kan buat kita,
kita bisa banyak mengambil ibroh di dalamnya.. :)
contoh kecilnya, yaa..itu tadi.
coba semisal aku selalu punya uang untuk memenuhi kebutuhan mereka,
bisa di pastikan mereka semakin tidak bisa merasakan 'tidak punya'..
terlebih lagi, dengan model ibu seperti aku,, hehe :P
yang tidak pernah bisa menolak untuk setiap permintaannya, untuk setiap keinginannya,, ;)
Allah,,
terima kasih,, aku sangat mensyukuri apa pun yang telah tertaqdir untukku,, ;)

Komentar
Posting Komentar