'rejeki' istri..

Setiap rumah tangga mempunyai perbedaan dalam mengatur keuangan keluarga...
Seringkali hal ini menimbulkan konflik...
Ini bukan masalah sepele, ada yang berakhir dengan perceraian!
Karena si istri merasa di tipu..

Sebenarnya gak ada yang bisa di salahkan,, suami ataupun istri punya argumen..
Kejujuran adalah pilihan..
Pilihan untuk setiap pribadi,,
Baik itu suami atau istri.

Hmm,, Aku menyikapinya begini:
Bahwa masing2 manusia,, entah perannya sebagai suami, istri, atau anak, sudah punya rejeki masing2,,
contoh, sebagai anak,, kami 4 bersaudara,, hanya adikku yang kedua yang kuliah sampai jenjang s2,, Sedangkan aku, menikah di semester 7 perkuliahan, adikku yang ke tiga di berikan sejumlah uang untuk s2 tapi kemudian habis untuk operasional hidup.
Sedangkan adikku yang ke 4, tidak berminat s2. Selepas s1 kemudian bekerja dan menikah.
Apakah orangtua kami membeda2kan kami dalam hal pendidikan? Tidak.
Semuanya terserah kami, anak2nya,, termasuk, ketika aku memutuskan untuk menikah,,

Kembali ke rejeki seorang istri,,
Buatku pribadi,, rejeki aku sebagai seorang istri adalah..
'Yang sampai ke tanganku'..
Terlepas apakah suami ku jujur atau tidak mengenai penghasilannya.
Sebab ada beberapa tipe suami yang memang lebih senang merahasiakannya.
Yang jelas standarku cuma satu. Harus halal!
Selanjutnya adalah: Doa!
Bukankah hanya hati yang mendorong suami memberikan sesuatu buat kita?

Maka, mintalah pada Sang Pembolak Balik Hati,, supaya hati suami memberikan lebih banyak buat kita.
Belum pernah mencoba?
Cobalah! Hasilnya tidak akan mengecewakan.




Komentar

Postingan Populer